Setahun menuju berdirinya Kampung Pesilat

0
6

MADIUN, Beritamadiun.Com– Bersatunya empat belas perguruan silat merupakan bentuk kontribusi menjaga keamanaU9n dan kondusifitas di kabupaten Madiun. Hal itu disampaikan kaji Mbing sapaan akrab bupati Madiun H Ahmad Dawami. diruang kerjanya, Rabu (7/8).

Mencoba untuk flash back delapan bulan lalu. Dimana pada saat itu untuk pertama kalinya dalam sejarah di Madiun, ada sekitar 1.400 pendekar dari 14 perguruan silat di kabupaten Madiun mengadakan kegiatan bersama-sama dalam acara parade 1400 pendekar yang merupakan upaya untuk mewujudkan kabupaten Madiun sebagai kampung pesilat pada medio 26 Oktober 2018 lalu.

“Kabupaten Madiun sebagai kampung pesilat ini merupakan bagian dari pendidikan bahwa perbedaan tidak harus menimbulkan perpecahan atau yang lainnya. Jangka panjang pendeknya seperti itu, jangka panjangnya ada banyak sekali termasuk prestasi,” terang kaji Mbing.

Jadi perlu diingat lanjut kaji Mbing, bahwa kampung pesilat dibentuk atas dasar kerukunan, persatuan serta kebersamaan dalam menjaga kondusifitas keamanan kabupaten Madiun. Prestasi itu dengan sendirinya akan mengikuti. Jadi menurut kaji Mbing salah besar jika ada pihak-pihak yang mengatakan kampung pesilat minim prestasi khususnya dalam arena pertandingan.

“Jadi begini mungkin saja mereka yang ngomong seperti itu belum tau dasar berdirinya kampung pesilat itu sendiri seperti apa. Kalau sudah ada kerukunan, persatuan dan kebersamaan. Prestasi dengan sendirinya akan mengikuti. Selama ini banyak yang beranggapan pesilat itu ngeri, sekarang kita ubah pandangan itu. Pesilat yang happy, ramah, familiar,” pungkas kaji Mbing.

Dengan cara pandang yang diperbaiki, di bawah kepemimpinan kaji Mbing. Pemerintah kabupaten Madiun akan memberikan dukungan penuh terhadap kampung silat yang arahnya menuju prestasi.