Pembangunan di Kabupaten Madiun Makin Maju, RTRW Direvisi

0
47
Kepala Bappeda Kabupaten Madiun, Edi Bintardjo

MADIUN, beritamadiun.com— Dinamika pembangunan yang makin maju di Kabupaten Madiun menjadikan Pemerintah Kabupaten Madiun merevisi rencana tata ruang wilayah 2009-2029. Revisi RTRW diharapkan akan memberikan ruang banyak bagi pelaku usaha dan pemerintah menumbuhkan perekonomian di Kabupaten Madiun.

“Pembangunan di Kabupaten Madiun saat ini makin pesat seiring  perpindahan pusat pemerintahan Kabupaten Madiun ke Caruban. Kondisi itu nampak setelah selesainya pembangunan jalan tol diikuti dengan adanya dua pintu tol di Kabupaten Madiun.  Hal ini merubah secara umum kaitannya dengan RTRW Kabupaten Madiun,” kata Kepala Bappeda Kabupaten Madiun, Edi Bintardjo, Selasa (9/7/2019).

Pesatnya pembangunan di Kabupaten Madiun juga terlihat hadirnya rel kereta api double track yang diikuti peningkatan status stasiun Caruban, Saradan dan Babadan. Tak hanya itu, dibangun stasiun di Babadan perencanaannya akan dijadikan stasiun kargo. “Kondisi ini relevan dengan dua jalur pintu tol di Dumpil dan Muneng serta adanya kawasan industri di Pilangkenceng,” jelas Edi.

Terkait dasar hukum revisi RTRW, Edi menjelaskan, Kabupaten Madiun sudah memiliki rencana tata ruang wilayah (RTRW) 2009-2029 yang disahkan dalam bentuk Perda No 9 tahun 2011 yang sudah berumur lima tahun. Sesuai Undang-Undang No 9 Tahun 2007, tentang penataan ruang dan peraturan menteri Agraria dan Tata Ruang   peninjuan kembali RTRW  maka Kabupaten Madiun sudah saatnya melakukan revisi RTRW lantarannya umur sudah delapan tahun.

Dampak revisi RTRW, Edi mengatakan pembagian ruang sudah disesuaikan dengan kondisi terkini. Selain itu, kemungkinan adanya perubahan sudah bisa diantisipasi baik dari aspek struktur ruang maupun pola ruangnya. “Dengan revisi ini maka kita sudah mengakomodir aturan-aturan yang terbaru. Contohnya tata raca penyusunan RTRW yang sudah berubahan sistematikanya,” jelas Edi.

Sementara itu Kepala Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Bappeda Kabupaten Madiun, Dedy Suryadi mengatakan berdasarkan keputusan bupati tentang rekomendasi RTRW Kabupaten Madiun perlu direvisi.  Sebulan lalu,  Pemkab Madiun bekerjasama dengan pusat studi perencanaan pembangunan regional UGM untuk menyusun dokumen revisi RTRW.

Hasil kerjasama itu nanti akan menghasilkan materi teknis, peta-peta, naskah akademik. Selain itu juga menyusun struktur ruang terkait sistem jaringan baik jalan, air, listrik gas hingga mengatur pola ruang yakni mengatur pemanfaatan ruang seperti untuk kehutanan, pertanian hingga pemukiman. “Kami juga menyusun kawasan strategis perkotaan, industri, selingkar Wilis, dan kawasan strategis yang berbatasan langsung dengan Kota Madiun,” ungkap Dedy. (aly)