Komunitas “Ki Jogo Kali” Ajang Silahturahmi Ulama & Umaroh di Madiun

0
18

Keterangan foto : Komunitas Ki Jogo Kali saat mancing bersama

MADIUN, Beritamadiun.Com, – Banyak cara untuk bisa menjalin silaturahmi, di kabupaten Madiun Jawa timur misalnya mempunyai cara unik dalam bersilahturahmi guna mensinergikan elemen elemen masyarakat yang berkompeten untuk menciptakan Madiun aman, mandiri, sejahtera dan beralaq. 

“Ki jogo kali” sebuah nama komunitas sekaligus ajang silahturahmi di kabupaten Madiun yang sedang populer dikalangan ulama dan umaroh saat ini. Silahturahmi tersebut dikemas dengan acara mancing bersama  di sebuah kolam atau sungai. Meskipun acara tersebut dihadiri para forpimda  beserta  Bupati dan wakil bupati Madiun kesan seremonial tidak nampak sama sekali dalam ajang silahturahmi itu.

“Sejarahnya komunitas Ki Jogo kali, bermula bagaimana cara mensinergikan antara elemen-elemen masyarakat yang punya kompeten. Dalam hal ini otomatis mengacu pada bagaimana Madiun itu damai. Sehingga kita perlu silahturahim,” terang K.H. Nur Kholis (Gus Lik) penggagas ajang komunitas silahturahmi Ki Joko kali kepada Beritamadiun.Com, Sabtu (22/06/2019).

Gus Lik menambahkan jika silahturahmi dilakukan secara seremonial menurut nya tidak menarik, terutama terkendali dengan biaya yang tidak sedikit ditambah tingkat kehadiran kemungkinan sedikit yang datang. “Kalau silahturahmi dikemas dalam bentuk seremonial sudah tidak menarik pertama ,akan memakan biaya banyak, kedua tingkat kehadiran minim. Lalu saya berusaha berpikir apa ya kira kira solusi nya,” tutur Gus Lik.

Inspirasi silahturahmi didapat Gus Lik saat memancing di sungai Lamandau Kalimantan tengah. Karena saat memancing kata Gus Lik dari yang tidak mengenal bisa menjadi akrab. “Inspirasi silahturahmi ini saya dapat saat memancing di Kalimantan. Saya ngaji disana paginya memancing di sungai Lamandau saya punya hobi memancing yang sudah 20 tahun tidak dibangkitkan. Pada saat saya memancing di sungai lamandau itu saya menemukan suasana lain. Dari yang tidak mengenal menjadi akrab, sehingga saya berpikir ini solusinya,” katanya.

Pasca pelaksanaan pilpres kemudian pileg. Ajang silahturahmi ulama dan Umaroh yang dikemas dengan mancing bersama pun dilaksanakan dengan tujuan agar tidak terjadi gesekan gesekan baik ditingkat bawah, menegah maupun tingkat atas. Tidak berhenti disitu saja, dampak ekonomis pun muncul dengan petani ikan bisa menjual ikannya. Karena setiap ajang memancing dibutuhkan sekitar 2 kuintal ikan untuk dimasukan kolam kemudian beramai ramai dipancing oleh para peserta yang hadir.

Lalu filosofi nama Ki jogo kali sendiri. Gus Lik menganalogikan bahwa Kyai itu harus bisa seperti kali (sungai) menjaga air agar bisa terus mengalir. Baik dari sampah dan apapun sampai muncul kehidupan. ” Tidak hanya silahturahmi saja, karena dalam ajang itu juga menimbulkan nilai ekonomis bagi petani ikan. Karena petani bisa menjual ikannya lalu dimasukkan kolam kemudian kita beramai ramai memancingnya. Muncul nama Ki Jogo kali karena menurut saya kyai itu harus  bisa menjadi kali tempat segala kotoran hingga bisa larut lalu ketika sudah bersih muncullah ikan,” pungkas pemilik pondok pesantren Pondok Pesantren Roudlotul Mubtadiin Tulungrejo Madiun. Tercatat hingga pertengahan bulan ini sudah sampai 25 putaran pertemuan dengan lokasi yang berbeda beda.

Dari pantauan di lapangan tampak hadir dalam acara yang diadakan kolam Balai Benih Ikan (BBI) Jiwan.Jajaran Forpimda kabupaten Madiun, Organisasi keagamaan serta Bupati dan Wakil Bupati Madiun. “ini kegiatan positif, dengan acara ini tanpa disadari hubungan akan semakin erat. Bisa meleburkan segala permasalahan, perselisihan dan perbedaan semuanya larut. Lalu memunculkan rasa kebersamaan bisa guyon tertawa hingga lupa pernah punya rasa sakit hati ataupun tersakiti. Intinya dari awal kita dukunglah kegiatan ini,” pungkas Bupati Madiun H Ahmad Dawami (Kaji Mbing).

Para peserta tampak bersemangat dalam mengikuti ajang silahturahmi  Ki Jogo kali tersebut. Disediakan pula hadiah utama sebuah televisi bagi yang dapat memperoleh ikan besar yang berpita.han

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here