Batik Khas Kampung Pesilat Tetap Bercorak Kearifan Lokal Madiun

0
47

ketua dewan kerajinan nasional daerah (Dekrasnada) Penta Liana Ahmad Dawami saat melihat batik kampung pesilat

MADIUN,Beritamadiun.Com – Meski disebut kain batik khas kampung pesilat namun corak dan nuansa kearifan lokal masih melekat, hal tersebut menjadi pedoman bagi pemerintah kabupaten Madiun dalam upayanya mencari batik kampung pesilat untuk dipatenkan. Maka pemkab Madiun menyelengarakan kontes kain batik yang diselenggarakan pada 18 Juli 2019 dan akan diikuti oleh seluruh pengrajin batik se-kabupaten Madiun yang berada dalam binaan Dinas perindustrian dan perdagangan setempat.

Kontes ini merupakan rangkaian dari kegiatan hari jadi kabupaten Madiun ke-451. Kain batik yang menang dalam kontes akan ditetapkan sebagai batik khas kampung pesilat selanjutnya akan diproduksi secara massal untuk digunakan seragam oleh para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup kabupaten Madiun. Kepala Disperindag kabupaten Madiun Anang Sulistyono menjelaskan, meskipun bertema kampung pesilat namun kain batik yang dikonteskan coraknya tidak akan meninggalkan corak kearifan lokal yang sudah melekat di masing masing wilayah pengrajin batik,

Saat berkunjung di galery Disperindag kabupaten Madiun

“Jadi harapannya kita nanti, seluruh pengrajin kita yang ada sembilan kelompok ini bisa memproduksi ketika kita launching tanggal 18. Tapi corak kearifan lokal tetap muncul, seperti di kenongorejo ini nuansa kampung pesilat muncul juga kenongorejonya muncul, juga di sewulan song songnya muncul nuansa kampung pesilat muncul begitu juga yang ada diwilayah lain,” jelas Anang, rabu (10/7/2019).

Secara teknis Anang menerangkan, setelah menang dan ditetapkan sebagai batik khas kampung pesilat maka akan diproduksi massal oleh semua pengrajin batik di wilayah kabupaten Madiun. Dan sebagai konsumen pertama nanti adalah para ASN di lingkup kabupaten sebagai seragam,

“jadi nanti setelah ditetapkan sebagai batik khas kampung pesilat, kita kembalikan lagi kepada para pengrajin batik di kabupaten Madiun untuk memproduksi massal dan konsumen pertamanya nanti para ASN di lingkup kabupaten untuk digunakan seragam,”terangnya.

Berkunjung ke pengrajin batik Barokah desa Kenongorejo kecamatan Pilangkenceng Kabupaten Madiun

Sementara itu ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Deskranada) kabupaten Madiun Penta Lianawati Ahmad Dawami mendukung langkah disperindag dalam mengakomodir para pengrajin batik di wilayah kabupaten Madiun, menurutnya dengan bimbingan dan pembinaan berkelanjutan diharapkan kerajinan khususnya kain batik Madiun ini bisa bersaing dengan kain batik daerah lainnya baik dalam corak, pewarnaan maupun kualitas. Terlebih saat ini pemerintah kabupaten sedang mencari icon batik khas kampung pesilat, “Dengan bimbingan dan pembinaan berkelanjutan untuk pengrajin kain batik di wilayah kabupaten Madiun seperti ini diharapkan kain batik Madiun akan bisa bersaing dengan daerah lain baik corak, pewarnaan maupun kualitasnya. Apalagi saat ini pemkab sedang mencari icon khas batik kampung pesilat, pengrajin nanti bisa bebas mengeksplore nuansa kampung pesilat tanpa menghilangkan corak asli wilayah masing masing. Dan nanti jika sudah dipatenkan menjadi batik khas kampung pesilat produksinya kan di serahkan lagi ke seluruh pengrajin di kabupaten, jadi produksinya tidak keluar dari kabupaten Madiun dan rencananya akan dibikin seragam untuk ASN pemkab,” kata Penta Lianawati Ahmad Dawami saat berkunjung ke Pengrajin Batik di desa Kenongorejo kecamatan Pilangkenceng Kabupaten Madiun.